<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703</id><updated>2012-02-04T09:03:49.904-08:00</updated><category term='Kurikulum'/><category term='Kontak Kami'/><category term='Home'/><category term='Download'/><category term='Kegiatan'/><title type='text'>Taman Pendidikan Al-Quran Baitussalam Celan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-1484104692945584409</id><published>2011-11-17T18:07:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T18:37:11.765-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Siapakah Direktur TPA itu ?</title><content type='html'>Oleh Ahmadi, (Ketua Umum Badko TKA-TPA Kab. Bantul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Kita semua sudah pahami bahwa sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin/leader. Sukses dan surutnya sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh peran seorang leader. Dalam lembaga TPA pimpinan Sering disebut Direktur/Director. Direktur adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memerintah orang lain. Oleh karena itu semestinya seorang direktur memiliki MIMPI/VISI yang jelas dan dipahami oleh orang-orang yang ada dalam tanggungjawabnya. Selanjutnya direktur juga harus mampu menjabarkan VISI dalam bentuk MISI yang jelas dan dapat dilaksanakan sesuai dengan potensi dan didukung dengan perangkat yang ada baik perangkat lunak/SOFTWARE maupun perangkat keras/HARDWARE yang dimiliki oleh lembaga yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kemampuan-kemampuan apa saja yang harus dimiliki direktur TPA ?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kemampuan konsepsi (membuat berbagai konsep apa yang harus dikerjakan dalam memirnpin TPA)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Kemampuan organisasi (melakukan pembagian wewenang kepada orang-orang yarg tepat)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kemampuan supervise dan motivasi (melakukan pengawasan atas hasil kerja dan kinerja di TPA)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Kemampuan reparasi (melakukan perbaikan serta peningkatan kualitas TPA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Seorang direktur TPA mestinya memiliki checklist/daftar apa yang mesti ada atau dilaksanakan di TPA seperti :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Sudahkah ada papan nama TPA ?&lt;br /&gt;2. Sudahkah ada jadwal TPA ?&lt;br /&gt;3. Sudahkah cukup ustadz di TPA ?&lt;br /&gt;4. Sudahkah TPA kita berjalan dengan baik ?&lt;br /&gt;5. Kapan diadakan pertemuan wali santri ?&lt;br /&gt;6. Kapan diadakan pembinaan ustadz ?&lt;br /&gt;7. Kapan diadakan ujian santri ?&lt;br /&gt;8. Kapan dilaksanakan penerimaan Rapor ?&lt;br /&gt;9. Kapan diadakan wisuda santri ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10. Sudahkah ada: buku induk santri, buku induk ustadz, buku presensi, buku kemajuan      pelajaran/kelas, buku  pelajaran/bahan ajar, buku kurikulum, buku tamu, buku daftar donatur, lembaga sponsor, papan pengumuman, soal-soal latihan / bank soal, kartu prestasi santri, buku dokumen prestasi santri,foto-foto kegiatan, dll ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;11. Sudahkah ada jadwal rapat rutin ustadz TPA ?&lt;br /&gt;12. Sudahkah ada papan checking penggunaan barang baik barang yang habis dipakai atau barang tetap ?&lt;br /&gt;13. Sudahkah ada rencana anggaran pendapatan dan belanja TPA ?&lt;br /&gt;14. Sudahkah para ustadz dan santri memakai seragam ?&lt;br /&gt;15. Sudahkah dibentuk pengurus atau yayasan ?&lt;br /&gt;16. Sudahkah ada orang-orang yang bersedia menjadi donator ?&lt;br /&gt;17. Sudahkah ada kerja sama dengan lembaga lain baik bersifat financial, komersial atau nonkomersial ?&lt;br /&gt;18. dll&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;         Checklist di atas harus dimiliki seorang direktur sebagai bahan dalam musyawarah. Dengan demikian capaian yang ditargetkan jelas dan terukur. Sebab kemajuan sebuah TPA juga harus terukur untuk bahan pertanggungjawaban kepada masyarakat terlebih kepada Allah SWT. Oleh karena itu seorang direktur TPA semestinya juga memiliki kemampuan mengkomunikasikan berbagai permasalahan tersebut di atas kepada masyarakat, baik kepada wali santri, pengurus/yayasan TPA, kepada para donatur, serta kepada masyarakat pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        Di samping hal-hal tersebut di atas, sudah semestinya seorang direktur TPA memiliki akhlaq mulia sehingga menjadi contoh bagi ustadz maupun santri yang belajar di tempat tersebut. Idealnya direktur TPA adalah orang yang paling bagus bacaan AI-Quran-nya, paling rajin berangkatnya, paling supel bicaranya, paling' pemurah pemberiannya, paling paham agamanya, dan paling cepat respon terhadap masalah yang ada, paling baik kebiasaannya, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;         Selanjutnya timbul pertanyaan kepada kita "Apakah kita sudah menjadi direktur TPA yang baik ataukah sekedar nama kita saja yang kebetulan dipajang sebagai direktur tanpa tahu apa tugas seorang direktur ?" Pertanyaan lain,"Apakah direktur TPA sebuah kebanggaan ataukah amanat yang harus ditunaikan ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        Demikian sekelumit bahan renungan kita bersama, direktur adalah sebuah kesempatan untuk beramal sebanyak-banyaknya dalam rangka peran kita melanjutkan perjuangan risalah IsIamiyah demi terwujudnya rnasyarakat yang memahami, menghayati, mengamalkan dan menyebarluaskan Al-Qur'an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Jazaakumullaah bihudluurikum wa nudzuurikum. Wallaahu a’lam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Disampaikan dalam Pembinaan Direktur Tpa se-Kabupaten Bantul,&lt;br /&gt;pada Selasa, 20 September 2011,di aula Dinas Sosial Kabupaten Bantul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;"Menuju Masa Depan IsLam yang GemiLang dengan Menyebarluaskan Kesejukan AL-Qur'an"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-1484104692945584409?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/1484104692945584409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=1484104692945584409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/1484104692945584409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/1484104692945584409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2011/11/siapakah-direktur-tpa-itu.html' title='Siapakah Direktur TPA itu ?'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-8721215614955021115</id><published>2011-11-15T22:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T00:44:15.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kurikulum'/><title type='text'>METODE PENGAJARAN BACA TULIS AL-QUR'AN DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--OaUYIDJEaA/TsNWUoKHfUI/AAAAAAAAAGc/tE5W6qy00To/s1600/iqro%2527.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 95px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--OaUYIDJEaA/TsNWUoKHfUI/AAAAAAAAAGc/tE5W6qy00To/s200/iqro%2527.jpg" border="1" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675474867794181442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A. Muqoddimah&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi di masyarakat kita, terutama di rumah-rumah keluarga muslim semakin sepi dari bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an. Hal ini disebabkan karena terdesak dengan munculnya berbagai produk sain dan tehnologi serta derasnya arus budaya asing yang semakin menggeser minat untuk belajar membaca Al Qur'an sehingga banyak anggota keluarga tidak bisa membaca Al Qur'an. Akhirnya kebiasaan membaca Al Qur'an ini sudah mulai langka. Yang ada adalah suara-suara radio, TV, Tape recorder, karaoke, dan lain-lain. Keadaan seperti ini adalah keadaan yang sangat memprihatinkan. Belum lagi masalah  akhlak, akidah dan pelaksanaan ibadahnya, yang semakin hari semakin jauh dari tuntunan Rasululloh . Maka sangat diperlukan kerjasama dari semua fihak untuk mengatasinya. Yaitu mengembalikan kebiasaan membaca Al Qur'an di rumah-rumah kaum muslimin dan membekali kaum muslimin dengan nilai-nilai Islam, sehingga bisa hidup secara Islami demi kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade belakangan ini telah banyak metode pengajaran baca tulis Al-Qur'an  dikembangkan, begitu juga buku-buku panduannya telah banyak disusun dan dicetak. Para pengajar baca tulis Al-Qur'an tinggal memilih metode yang paling cocok baginya, paling efektif dan paling murah. Dunia pendidikan mengakui bahwa suatu metode pengajaran senantiasa memiliki kekuatan dan kelemahan. Keberhasilan suatu metode pengajaran sangat ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Kemampuan guru.&lt;br /&gt;2. Siswa&lt;br /&gt;3. Lingkungan.&lt;br /&gt;4. Materi pelajaran.&lt;br /&gt;5. Alat pelajaran.&lt;br /&gt;6. Tujuan yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an harus menggunakan metode. Dengan menggunakan metode yang tepat akan menjamin tercapainya tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dan merata bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Metode-metode baca tulis Al-Qur'an di Indonesia.&lt;br /&gt;Metode-metode pembelajaran baca tulis Al-Qur'an telah banyak berkembang di Indonesia sejak lama. Tiap-tiap metode dikembangkan berdasarkan karakteristiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Baghdadiyah.&lt;br /&gt;Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara merata di tanah air. Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci ( khusus ). Secara garis besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkan secara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan berbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar ) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode ini diajarkan secara klasikal maupun privat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan Qoidah Baghdadiyah antara lain :&lt;br /&gt;a. Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.&lt;br /&gt;b. 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema sentral.&lt;br /&gt;c. Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.&lt;br /&gt;d. Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;e. Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kekurangan Qoidah baghdadiyah antara lain :&lt;br /&gt;a. Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi kecil.&lt;br /&gt;b. Penyajian materi terkesan menjemukan.&lt;br /&gt;c. Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa.&lt;br /&gt;d. Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Iqro’.&lt;br /&gt;Metode Iqro’ disusun oleh Bapak As'ad Humam dari Kotagede Yogyakarta dan dikembangkan oleh AMM ( Angkatan Muda Masjid dan Musholla ) Yogyakarta dengan&lt;br /&gt;membuka TK Al-Qur'an dan TP Al-Qur'an. Metode Iqro’ semakin berkembang dan menyebar  merata di Indonesia setelah munas DPP BKPMI di Surabaya yang menjadikan TK Al-Qur'an dan metode Iqro’ sebagai sebagai program utama perjuangannya. Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian anak TK Al-Qur'an. 10 sifat buku Iqro’ adalah :&lt;br /&gt;a. Bacaan langsung.   f. Praktis &lt;br /&gt;b. CBSA               g. Disusun secara lengkap dan sempurna&lt;br /&gt;c. Privat             h. Variatif&lt;br /&gt;d. Modul              i. Komunikatif&lt;br /&gt;e. Asistensi          j. Fleksibel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :&lt;br /&gt;a. TK Al-Qur'an&lt;br /&gt;b. TP Al-Qur'an&lt;br /&gt;c. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla&lt;br /&gt;d. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur'an&lt;br /&gt;e. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah&lt;br /&gt;f. Digunakan di majelis-majelis taklim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode Qiro’ati&lt;br /&gt;Metode baca al-Qu ran Qira'ati ditemukan KH. Dachlan Salim Zarkasyi (w. 2001 M) dari&lt;br /&gt;Semarang, Jawa Tengah. Metode yang disebarkan sejak awal 1970-an, ini memungkinkan anakanak mempelajari al-Qur'an secara cepat dan mudah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Dachlan yang mulai mengajar al-Qur'an pada 1963, merasa metode baca al-Qur'an yang ada belum memadai. Misalnya metode Qa'idah Baghdadiyah dari Baghdad Irak, yang dianggap metode tertua, terlalu mengandalkan hafalan dan tidak mengenalkan cara baca tartil (jelas dan tepat, red.) Kiai Dachlan kemudian menerbitkan enam jilid buku Pelajaran Membaca al-Qur'an untuk TK al-Qur'an untuk anak usia 4-6 tahun pada l Juli 1986. Usai merampungkan penyusunannya, KH. Dachlan berwasiat, supaya tidak sembarang orang mengajarkan metode Qira'ati. Tapi semua orang boleh diajar dengan metode Qira'ati. Dalam perkembangannya, sasaran metode Qiraati kian diperluas. Kini ada Qiraati untuk anak usia 4-6 tahun, untuk 6-12 tahun, dan untuk mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum metode pengajaran Qiro’ati adalah :&lt;br /&gt;a. Klasikal dan privat&lt;br /&gt;b. Guru menjelaskan dengan memberi contoh materi pokok bahasan, selanjutnya siswa membaca sendiri ( CBSA)&lt;br /&gt;c. Siswa membaca tanpa mengeja.&lt;br /&gt;d. Sejak awal belajar, siswa ditekankan untuk membaca dengan tepat dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Al Barqy&lt;br /&gt;Metode al-Barqy dapat dinilai sebagai metode cepat membaca al-Qur'an yang paling awal. Metode ini ditemukan dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, Muhadjir Sulthon pada 1965. Awalnya, al-Barqy diperuntukkan bagi siswa SD Islam at-Tarbiyah, Surabaya. Siswa yang belajar metode ini lebih cepat mampu membaca al-Qur'an. Muhadjir lantas membukukan metodenya pada 1978, dengan judul Cara Cepat Mempelajari Bacaan al-Qur'an al-Barqy. MUHADJIR SULTHON MANAJEMEN (MSM) merupakan lembaga yang didirikan untuk membantu program pemerintah dalam hal pemberantasan buta Baca Tulis Al Qur’an dan Membaca Huruf Latin. Berpusat di Surabaya, dan telah mempunyai cabang di beberapa kota besar di Indonesia, Singapura &amp; Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini disebut ANTI LUPA karena mempunyai struktur yang apabila pada saat siswa lupa dengan huruf-huruf / suku kata yang telah dipelajari, maka ia akan dengan mudah dapat mengingat kembali tanpa bantuan guru. Penyebutan Anti Lupa itu sendiri adalah dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Agama RI. Metode ini diperuntukkan bagi siapa saja mulai anak-anak hingga orang dewasa. Metode ini mempunyai keunggulan anak tidak akan lupa sehingga secara langsung dapat MEMPERMUDAH dan MEMPERCEPAT anak / siswa belajar membaca. Waktu untuk belajar membaca Al Qur’an menjadi semakin singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang di dapat dengan menggunakan metode ini adalah :&lt;br /&gt;a Bagi guru ( guru mempunyai keahlian tambahan sehingga dapat mengajar dengan lebih baik, bisa menambah penghasilan di waktu luang dengan keahlian yang dipelajari), &lt;br /&gt;b Bagi Murid ( Murid merasa cepat belajar sehingga tidak merasa bosan dan menambah&lt;br /&gt;kepercayaan dirinya karena sudah bisa belajar dan mengusainya dalam waktu singkat, hanya satu level sehingga biayanya lebih murah),&lt;br /&gt;c Bagi Sekolah (sekolah menjadi lebih terkenal karena murid-muridnya mempunyai kemampuan untuk menguasai pelajaran lebih cepat dibandingkan dengan sekolah lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Metode Tilawati.&lt;br /&gt;Metode Tilawati disusun pada tahun 2002 oleh Tim terdiri dari Drs.H. Hasan Sadzili, Drs H. Ali Muaffa dkk. Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya. Metode Tilawati dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang berkembang di TK-TPA, antara lain :&lt;br /&gt;a. Mutu Pendidikan Kualitas santri lulusan TK/TP Al Qur’an belum sesuai dengan target.&lt;br /&gt;b. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran masih belum menciptakan suasana belajar&lt;br /&gt;yang kondusif. Sehingga proses belajar tidak efektif.&lt;br /&gt;c. Pendanaan Tidak adanya keseimbangan keuangan antara pemasukan dan pengeluaran.&lt;br /&gt;d. Waktu pendidikan Waktu pendidikan masih terlalu lama sehingga banyak santri drop-out sebelum khatam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;e. Kelas TQA Pasca TPA TQA belum bisa terlaksana.&lt;br /&gt;Metode Tilawati memberikan jaminan kualitas bagi santri-santrinya, antara lain :&lt;br /&gt;a. Santri mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil.&lt;br /&gt;b. Santri mampu membenarkan bacaan Al-Qur'an yang salah.&lt;br /&gt;c. Ketuntasan belajar santri secara individu 70 % dan secara kelompok 80%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip pembelajaran Tilawati :&lt;br /&gt;a. Disampaikan dengan praktis.&lt;br /&gt;b. Menggunakan lagu Rost.&lt;br /&gt;c. Menggunakan pendekatan klasikal dan individu secara seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Metode Iqro’ Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Metode Iqro’ Terpadu&lt;br /&gt;Kedua metode ini disusun oleh Drs. Tasrifin Karim dari Kalimantan Selatan. Iqro’ terpadu merupakan penyempurnaan dari Iqro’ Dewasa. Kelebihan Iqro’ Terpadu dibandingkan dengan Iqro’ Dewasa antara lain bahwa Iqro’ Dewasa dengan pola 20 kali pertemuan sedangkan Iqro’ Terpadu hanya 10 kali pertemuan dan dilengkapi dengan latihan membaca dan menulis. Kedua metode ini diperuntukkan bagi orang dewasa. Prinsip-prinsip pengajarannya seperti yang dikembangkan pada TK-TP Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Metode Iqro’ Klasikal&lt;br /&gt;Metode ini dikembangkan oleh Tim Tadarrus AMM Yogyakarta sebagai pemampatan dari buku Iqro’ 6 jilid. Iqro’ Klasikal diperuntukkan bagi siswa SD/MI, yang diajarkan secara klasikal dan mengacu pada kurikulum sekolah formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dirosa ( Dirasah Orang Dewasa )&lt;br /&gt;Dirosa merupakan sistem pembinaan islam berkelanjutan yang diawali dengan belajar baca Al-Qur’an. Panduan Baca Al-Qur’an pada Dirosa disusun tahun 2006 yang dikembangkan Wahdah Islamiyah Gowa. Panduan ini khusus orang dewasa dengan sistem klasikal 20 kali pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku panduan ini lahir dari sebuah proses yang panjang, dari sebuah perjalanan pengajaran Al Qur'an di kalangan ibu-ibu yang dialami sendiri oleh Pencetus dan Penulis buku ini. Telah terjadi proses pencarian format yang terbaik pada pengajaran Al Qur'an di kalangan ibu-ibu selama kurang lebih 15 tahun dengan berganti-ganti metode. Dan akhirnya ditemukanlah satu format yang sementara dianggap paling ideal, paling baik dan efektif yaitu memadukan pembelajaran baca Al-Qur'an dengan pengenalan dasar-dasar keislaman. Buku panduan belajar baca Al-Qur'annya disusun tahun 2006. Sedangkan buku-buku penunjangnya juga yang dipakai pada santri TK-TP Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan Dirosa sudah mulai berkembang di daerah-daerah, baik Sulawesi, Kalimantan&lt;br /&gt;maupun beberapa daerah kepulauan Maluku; yang dibawa oleh para da,i . Secara garis besar metode pengajarannya adalah Baca-Tunjuk-Simak-Ulang, yaitu pembina membacakan, peserta menunjuk tulisan, mendengarkan dengan seksama kemudian mengulangi bacaan tadi. Tehnik ini dilakukan bukan hanya bagi bacaan pembina, tetapi juga bacaan dari sesama peserta. Semakin banyak mendengar dan mengulang, semakin besar kemungkinan untuk bisa baca Al-Qur'an lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PQOD ( Pendidikan Qur’an Orang Dewasa )&lt;br /&gt;Dikembangkan oleh Bagian dakwah LM DPP WI, yang hingga saat ini belum diekspos keluar. Diajarkan di kalangan anggota Majlis Taklim dan satu paket dengan kursus Tartil Al-Qur'an .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pembahasan efektivitas metode baca tulis Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Seorang pengajar baca tulis Al-Qur'an , tidak serta merta mengadopsi metode yang baru&lt;br /&gt;dikenalnya, apalagi jika hanya mendapatkan informasi saja tentang metode tersebut . Para Pembina harus melakukan kajian yang mendalam, sebelum menetapkan metode apa yang akan dipakai dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur'an kepada santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pertimbangan dalam pemilihan metode pengajaran antara lain :&lt;br /&gt;1. Mudah dan murahnya mendapatkan pelatihan-pelatihan bagi para pembina.&lt;br /&gt;2. Mudah dikuasai oleh mayoritas Ustadz/ah&lt;br /&gt;3. Mudah dan murah mendapatkan buku panduan&lt;br /&gt;4. Mudah dan sederhana pengelolaan pengajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beberapa metode lolos pertimbangan di atas, maka ditentukan pemilihan berdasarkan skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kesimpulan.&lt;br /&gt;Metode apapun yang berkembang, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Efektifitas, efisiensi, cepat mudahnya sebuah metode pengajaran berbeda-beda di tiap daerah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Penggabungan beberapa metode pengajaran belum tentu membuahkan hasil yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu konsistensi bagi pembina dalam menerapkan sebuah metode apabila telah dipilih, sebab ganti-ganti metode akan menyebabkan kebingungan bagi pembina, terlebih lagi bagi santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan oleh Komari pada Pelatihan Nasional Guru dan Pengelola TK-TPA, Gedung LAN Makassar 24-26 Oktober 2008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-8721215614955021115?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/8721215614955021115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=8721215614955021115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/8721215614955021115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/8721215614955021115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2011/11/metode-pengajaran-baca-tulis-al-quran.html' title='METODE PENGAJARAN BACA TULIS AL-QUR&apos;AN DI INDONESIA'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--OaUYIDJEaA/TsNWUoKHfUI/AAAAAAAAAGc/tE5W6qy00To/s72-c/iqro%2527.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-5312727093140024391</id><published>2011-10-27T23:55:00.000-07:00</published><updated>2011-11-06T22:57:20.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Hukum Adsense dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fGXRD5SrmJc/TqpUJfF3VII/AAAAAAAAAGE/nZomy95Z8GI/s1600/goog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 109px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fGXRD5SrmJc/TqpUJfF3VII/AAAAAAAAAGE/nZomy95Z8GI/s200/goog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668435602940843138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal blog ini bertujuan sebagai media silaturahmi, tolabul’ilmi, dan saling tukar menukar informasi yang akan menambah erat hubungan antar umat islam. Seiring berjalannya waktu kami sempat berfikir untuk mengikutkan blog ini pada penyedia iklan adsense seperti Google Adsense, KumpulBlogger dan sebagainya dengan harapan dari blog ini dapat mendatangkan profit untuk pendanaan kegiatan yang kami lakukan. Akan tetapi kami mengurungkan niat tersebut setelah membaca beberapa uraian mengenai hukum adsense dalam perspektif Islam yang kami rangkum dari beberapa sumber berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel pertama yaitu sebuah pertanyaan yang dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A.&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum. Ustadz, saya mau bertanya tentang hukum bisnis online di internet, seperti: Google Adsense dan yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran untuk Google Adsense adalah sebagai berikut: Secara konsep dan prosedur adalah kita apply (mengajukan permohonan, ed.) kepada Google agar Google memasang pelanggan iklan mereka di website kita. Google adsense mempunyai database iklan, baik teks atau pun gambar yang akan ditampilkan di website kita. Kita disediakan kode, dan (kode itu) bisa diletakkan, baik di header, body website, bottom, atau menu. Secara random (acak, ed.), iklan akan muncul secara otomatis di tempat kita memasang kode tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi permasalahan adalah kita tidak bisa mengontrol iklan apa saja yang muncul, karena Google secara random menampilkan iklan sesuai dengan content (isi) dari halaman web yang kita punya. Jadi, ada kemungkinan muncul iklan-iklan pornografi, judi, kasino, kredit (yang nota bene umumnya tidak syar'i), games (membawa pada hal yang sia-sia), dan lain-lain yang&lt;br /&gt;melanggar syari'at.&lt;br /&gt;Metode pembayarannya adalah jika iklan yang terpasang di website kita di-klik oleh pengunjung maka kita mendapat $0,01 per klik, dan pembayaran dilakukan jika sudah terkumpul $100.&lt;br /&gt;Abu Syukron.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam warahmatullah. Ada pertanyaan--yang sejenis dengan pertanyaan Anda--yang ditujukan kepada Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, dan jawaban beliau adalah, “Pada asalnya, tidak boleh bergabung dalam Google Adsense kacuali setelah memastikan bersihnya berbagai situs yang diiklankan dari hal-hal yang haram, karena tidaklah diperbolehkan mengumumkan, mengiklankan, dan membantu untuk menyebarkan kemungkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ) المائدة/2 ، &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya), 'Dan saling tolonglah dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan tindakan kelewat batas. Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah itu sangat keras siksaannya.' (QS. Al-Maidah:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقوله صلى الله عليه وسلم : ( مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ) أخرجه مسلم في صحيحه (4831).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Siapa saja yang mengajak kepada hidayah maka dia akan mendapatkan pahala semisal pahala yang didapatkan oleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, siapa saja yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan menanggung dosa semisal dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.' (HR. Muslim, no. 4831)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang realitanya sebagaimana yang Anda katakan bahwa mayoritas situs yang diiklankan di situs Anda adalah situs-situs mengenai pengajaran berbagai bahasa atau semisal dengan itu maka kami berharap tidaklah mengapa jika Anda tergabung dalam Google Adsense. Terlebih lagi, jika memang Anda sangat membutuhkan penghasilan.&lt;br /&gt;Anda berkewajiban untuk tidak mengiklankan situs-situs yang bertentangan dengan hukum syariat. Jika Anda tidak mampu melakukan hal ini--dengan kata lain, situs-situs terlarang tersebut tetap muncul di situs Anda--maka Anda berkewajiban untuk meninggalkan bisnis jual jasa ini karena jika Anda tidak mundur dari bisnis ini, Anda akan menjadi orang yang berperan serta menyebarluaskan dan mengiklankan hal yang hukumnya haram.” (Jawaban permasalahan ini diterjemahkan dari http://www.islamqa.com/ar/ref/101806)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat iklan Google Adsense “halal” adalah dengan melakukan Filter Iklan. Caranya bisa dilakukan dengan:&lt;br /&gt;1. Buka Google dan masukkan kata kuncinya, misal : “Muslim Dating”&lt;br /&gt;2. Copy-kan semua link bisnis yang tidak halal&lt;br /&gt;3. Paste di Kotak Ad Filter in AdSense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Anda tidak bisa mengontrol iklan yang ditampilkan di situs Anda, maka terlarang hukumnya untuk bergabung dalam program Google Adsense.&lt;br /&gt;Dari tanya jawab di atas dapat disimpulkan bahwa jika Anda menyewakan halaman situs Anda untuk situs-situs yang isinya mubah (iklan yang ditampilkan hanyalah iklan yang diperbolehkan oleh syariat Islam), dengan uang sewa yang jelas setiap bulan atau setiap tahunnya, maka hukum persewaan halaman situs tersebut adalah mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana perincian tentang pendapatan dari cara semacam ini? Ulasan di bawah ini akan menjawab tanda tanya Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan, “Terkait jasa iklan di internet, ada situs semisal Google yang menautkan berbagai iklan di situs kita. Sebagai pemilik situs, kita akan mendapatkan uang sebagai kompensasi atas adanya pengunjung di situs kita yang meng-klik iklan dari Google yang diletakkan di situs kita. Iklan tersebut akan tersambung langsung dengan situs perusahaan yang memasang iklannya di Google. Misalnya, ada sepuluh pengunjung situs kita yang meng-klik sepuluh iklan, maka kita akan mendapatkan sepuluh dolar dari Google. Apakah pendapatan semisal ini hukumnya diperbolehkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban, “Transaksi yang digambarkan dalam pertanyaan di atas adalah transaksi ju’alah, yang secara syariat tidaklah terlarang. asalkan iklan yang ada tidak mengiklankan hal yang haram atau mendukung hal yang haram. Di antara contoh transaksi ju’alah yang diperbolehkan, adalah kalimat yang dicontohkan oleh pakar fikih masa silam, 'Siapa saja yang bisa mengembalikan untaku yang kabur maka dia akan dibayar dengan upah sekian.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil bolehnya transaksi ju’alah adalah firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِمَن جَاء بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَاْ بِهِ زَعِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Siapa saja yang bisa mendatangkannya (orang yang mengambil piala raja Mesir) maka untuknya bahan makanan yang kuat dibawa oleh seekor unta, dan akulah jaminannya.' (QS. Yusuf:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama pun bersepakat mengenai bolehnya transaksi ju’alah. Kesimpulan tersebut disampaikan oleh sejumlah ulama, di antaranya adalah Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, 6:20. Beliau mengatakan, 'Aku tidak mengetahui ulama yang menyelisihinya (tentang bolehnya ju’alah).'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ju’alah adalah bagian dari transaksi ijarah (jual jasa), namun terdapat beberapa kelonggaran dalam transaksi ju'alah yang tidak dijumpai dalam transaksi ijarah. Dalam transaksi ju’alah, ketidakjelasan pekerjaan yang dilakukan itu hukumnya boleh, semisal pekerjaan 'mengembalikan unta yang kabur'. Boleh jadi, ada orang yang menemukannya lalu dia memulangkan unta tersebut setelah bersusah payah. Boleh jadi pula, dengan tanpa bersusah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contoh transaksi ju’alah adalah transaksi yang ditanyakan di atas. Anda tidak mengetahui berapa banyak orang yang akan meng-klik iklan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ada upah finansial yang jelas sebagai kompensasi atas klik dari setiap pengunjung maka transaksi tersebut tidaklah terlarang menurut syariat. Namun, kita wajib mengetahui isi dari iklan-iklan tersebut, sehingga kita bisa menghindari iklan produk-produk terlarang. Jika produk yang diiklankan itu adalah produk terlarang maka hukum mengiklankannya adalah haram. Demikian pula, kompensasi finansial yang didapatkan adalah harta haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثم وَالْعُدْوَانِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya), 'Dan janganlah kalian saling tolong-menolong dalam dosa dan tindakan melampaui batas.' (QS. Al-Maidah:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan kehati-hatian maka kami urungkan niat untuk mengikutkan blog ini pada penyedia iklan adsense seperti Google Adsense, KumpulBlogger dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.santricyber.com/2011/09/hukum-adsense-dalam-islam.html, http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/1119/google-adsense-ditinjau-dari-hukum-islam, http://cipto.net/agar-iklan-google-adsense-halal/. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-5312727093140024391?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/5312727093140024391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=5312727093140024391' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/5312727093140024391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/5312727093140024391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2011/10/hukum-adsense-dalam-perspektif-islam.html' title='Hukum Adsense dalam Perspektif Islam'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fGXRD5SrmJc/TqpUJfF3VII/AAAAAAAAAGE/nZomy95Z8GI/s72-c/goog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-7829601171552514993</id><published>2011-10-25T02:51:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T22:45:18.170-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Makharijul Huruf (Kursus Tartil #2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-X-7-EdMlZu0/TqaIOsJoDTI/AAAAAAAAAF4/udReA5-suXg/s1600/makhroj%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-X-7-EdMlZu0/TqaIOsJoDTI/AAAAAAAAAF4/udReA5-suXg/s200/makhroj%2B4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667366967043427634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makharijul Huruf adalah tempat-tempat keluar huruf. Semua huruf Hijaiyyah, masing-masing mempunyai makhraj (tempat keluar) tersendiri. Secara umum makharijul huruf terbagi menjadi lima bagian:&lt;br /&gt;1. Al-Jauf (Rongga mulut)&lt;br /&gt;2. Al-Khalq (Kerongkongan/tenggorokan)&lt;br /&gt;3. Al-Lisan (Lidah)&lt;br /&gt;4. Al-Syafatain (Dua bibir)&lt;br /&gt;5. Al-Khaisyum (Rongga hidung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan coba memaparkan satu persatu dari kelima bagian Makharijul Huruf seperti yang disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-HALQ   (الحلق) = Tenggorokan&lt;br /&gt;a. di dalam / pangkal = ا ه&lt;br /&gt;b. ditengah                 = ح ع&lt;br /&gt;c. diluar/ ujung           = خ غ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. AL-LISAN              = lidah&lt;br /&gt;a. Lidah bagian pangkal dengan langit-langit         = ق&lt;br /&gt;b. Lidah hampir pangkal dengan langit-langit        = ك&lt;br /&gt;c. Lidah bagian tengah dengan langit-0langit         = ي ش ج&lt;br /&gt;d. Tepi lidah kanan dan atau kiri dengan geraham atas memanjang dari pangkal sampai kedepan, yakni sampai pada makhroj lam                                 =ض&lt;br /&gt;e. Tepi lidah kanan dan kiri setelah makhoj Dhod sampai ujung lidang dengan gusi atas    = ل&lt;br /&gt;f. Ujung lidah dengan gusi atas yakni, di deepan makhroj lam      =ن&lt;br /&gt;g. Ujung lidah dengan gusi atas, dekat makhroj Nun   =&lt;br /&gt;h. Punggung kepala lidah dengan pangkal dua buah gigi seri atas  =ر&lt;br /&gt;i. Ujung lidah dengan pangkal gigi seri atas      =ث د ط&lt;br /&gt;j. Ujung lidah dengan ujung dua buah gigi atas   =ز س ص&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. ASY_SYAFATAIN = BIBIR&lt;br /&gt;a. Perut bibir bawah dengan ujung dua buah gigi muka atas  = ف &lt;br /&gt;b. Bibir atas dan bawah dengan rapat = ب م&lt;br /&gt;c. Bibir Atas dan bawah dengan sedikit renggang       = و&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. AL_JAUF =Rongga Mulut&lt;br /&gt;Al Jauf secara bahasa adalah “lubang atau lingkaran.” Sedangkan dalam istilah tajwid, al-jauf adalah suara atau bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan tenggorokan. Al Jauf juga disebut sebagai tempat keluarnya huruf-huruf mad (panjang): (و ي ا ). Huruf-huruf mad ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. ALif, yang sebelumnya berharokat fathah&lt;br /&gt;b. Ya' sukun, yang sebelumnya berharokat kasroh&lt;br /&gt;c. Wau sukun, Yang sebelumnya berharokat dhommah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ALKHOISYUM = Pangkal Hidung&lt;br /&gt;a. Nun sukun atau tanwin, ketika:&lt;br /&gt;    1. di idhghom bighunnahkan, atau&lt;br /&gt;    2. di ikhfa' kan, atau&lt;br /&gt;    3. di Iqlabkan&lt;br /&gt;b. mim sukun yang di idhghomkan pada mim dan di ikhfa'kan pada ba'&lt;br /&gt;Akibat dari hukum bacaan tersebut, maka makhrojnya berpindah dari aslinya ke pangkal hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://ninik-listiawati.blogspot.com/2010/12/tempat-keluarnya-huruf-semua-huruf.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-7829601171552514993?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/7829601171552514993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=7829601171552514993' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/7829601171552514993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/7829601171552514993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2011/10/makharijul-huruf-kursus-tartil-2.html' title='Makharijul Huruf (Kursus Tartil #2)'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-X-7-EdMlZu0/TqaIOsJoDTI/AAAAAAAAAF4/udReA5-suXg/s72-c/makhroj%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-2923901650004162520</id><published>2011-10-25T02:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-28T07:52:56.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Ilmu Tajwid (Kursus Tartil #1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LwCdbdHKlJU/TqrBWY4pr2I/AAAAAAAAAGQ/OwZKiPCQgk4/s1600/tajwid.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LwCdbdHKlJU/TqrBWY4pr2I/AAAAAAAAAGQ/OwZKiPCQgk4/s200/tajwid.jpg" border="1" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668555671380537186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan tugasnya sebagai seorang ustadz TPA yang harus mempunyai ilmu tajwid yang benar, sore itu Ahad, 16 Oktober 2011, ustadz-ustadzah TKA TPA Baitussalam mengadakan kursus tartil yang akan diagendakan setiap Ahad sore pukul 15.30 WIB selama 20 kali pertemuan. Tujuan dari kursus tersebut yaitu agar ustadz-ustadzah mempunyai bekal ilmu tajwid yang benar untuk dapat diamalkan dan diajarkan kepada santri-santri di TKA TPA Baitussalam. Pada pertemuan pertama sebelum penjajagan dari setiap perserta kursus, sang tentor terlebih dahulu menjelaskan tentang pengertian ilmu tajwid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajwid menurut bahasa berasal dari kata جوّد-يجوّد-تجويدا yang berarti bagus atau membaguskan. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani. &lt;br /&gt;Inilah yang dimaksud dengan membaca al-Qur’an dengan tartil sebagaimana firman-Nya &lt;span class="fullpost"&gt;: و رتل القران ترتيلا (المزمّل : 4) yang artinya : “Bacalah al-Qur’an itu dengan tartil”. Sedangkan arti tartil menurut Ibn Katsir adalah membaca dengan perlahan-lahan dan hati-hati karena hal itu akan membantu pemahaman serta perenungan terhadap al-Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Tajwid bertujuan untuk memberikan tuntunan bagaimana cara pengucapan ayat yang tepat, sehingga lafal dan maknanya terpelihara. Pengetahuan tentang makhraj huruf memberikan tuntunan bagaimana cara mengeluarkan huruf dari mulut dengan benar. Pengetahuan tentang sifat huruf berguna dalam pengucapan huruf. Dalam ahkamul maddi wal qashr berguna untuk mengetahui huruf yang harus dibaca panjang dan berapa harakat panjang bacaannya. Ahkamul waqaf wal ibtida’ ialah cara untuk mengetahui dimana harus berhenti dan dari mana dimulai apabila bacaan akan dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disunting dari beberapa sumber, semoga bermanfaat :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-2923901650004162520?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/2923901650004162520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=2923901650004162520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/2923901650004162520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/2923901650004162520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2011/10/pengertian-tajwid-kursus-tartil-1.html' title='Ilmu Tajwid (Kursus Tartil #1)'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LwCdbdHKlJU/TqrBWY4pr2I/AAAAAAAAAGQ/OwZKiPCQgk4/s72-c/tajwid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-1238243430079389426</id><published>2008-12-05T05:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T05:26:39.888-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Manasik Haji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkrdsB0MNI/AAAAAAAAADE/tKl59GTODew/s1600-h/IMG_0007.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkrdsB0MNI/AAAAAAAAADE/tKl59GTODew/s200/IMG_0007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276296227476222162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita sering dihadapkan pada ragam ibadah yang berbeda satu dengan lainnya. Namun ketika telah mengikrarkan syahadat Muhammadarrasulullah, maka yang semestinya terpatri di benak kita adalah meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segenap aspek dan tata cara ibadah, termasuk berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadi dambaan setiap muslim. Predikat ‘Haji Mabrur’ yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah (surga) tak urung menjadi target utama dari kepergiannya ke Baitullah. Namun, mungkinkah semua yang berhaji ke Baitullah dapat meraihnya? Tentu jawabannya mungkin, bila terpenuhi dua syarat:&lt;br /&gt;1. Di dalam menunaikannya benar-benar ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan karena mencari pamor atau ingin menyandang gelar ‘Pak haji’ atau ‘Bu haji/hajjah’.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Ditunaikan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Para pembaca, sebagaimana disebutkan dalam bahasan yang lalu bahwa ibadah haji ada tiga jenis; Tamattu’, Qiran, dan Ifrad. Bagi penduduk Indonesia, haji yang afdhal adalah haji Tamattu’. Hal itu dikarenakan mayoritas mereka tidak ada yang berangkat haji dengan membawa hewan kurban. Walhamdulillah, selama ini mayoritas jamaah haji Indonesia berhaji dengan jenis haji tersebut. Maka dari itu akan sangat tepat bila kajian kali ini lebih difokuskan pada tatacara menunaikan haji Tamattu’.&lt;br /&gt;Saudaraku, jamaah haji Indonesia –menurut kebiasaan– terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan berangkat ke kota Madinah terlebih dahulu, dan setelah tinggal beberapa hari di sana, barulah berangkat ke kota suci Makkah. Sehingga untuk jamaah haji kelompok pertama ini, start ibadah hajinya dari kota Madinah dan miqatnya adalah Dzul Hulaifah. Adapun kelompok kedua, mereka akan langsung menuju kota Makkah, dan miqatnya adalah Yalamlam yang jarak tempuhnya sekitar 10 menit sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Sehingga start ibadah hajinya (niat ihramnya) sejak berada di atas pesawat terbang.&lt;br /&gt;Adapun manasik haji Tamattu’ yang dituntunkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Bila anda telah berada di miqat, maka mandilah sebagaimana mandi janabat, dan pakailah wewangian pada tubuh anda bila memungkinkan. Mandi tersebut juga berlaku bagi wanita yang haidh dan nifas. Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka mandinya bisa dilakukan di tempat tinggal terakhirnya menjelang penerbangannya.&lt;br /&gt;2. Kemudian pakailah kain ihram yang terdiri dari dua helai (yang afdhal berwana putih); sehelai disarungkan pada tubuh bagian bawah dan yang sehelai lagi diselempangkan pada tubuh bagian atas. Untuk kelompok kedua yang niat ihramnya dimulai ketika di atas pesawat terbang, maka pakaian ihramnya bisa dikenakan menjelang naik pesawat terbang atau setelah berada di atas pesawat terbang, dengan jeda waktu yang agak lama dengan miqatnya agar ketika melewati miqat dalam kondisi telah mengenakan pakaian ihramnya. Adapun wanita, tidaklah mengenakan pakaian ihram tersebut di atas, akan tetapi mengenakan pakaian yang biasa dikenakannya dengan kriteria menutup aurat dan sesuai dengan batasan-batasan syar’i.&lt;br /&gt;3. Kemudian (ketika berada di miqat) berniatlah ihram untuk melakukan umrah dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَبَّيْكَ عُمْرَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan umrah.”&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan ucapan talbiyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”&lt;br /&gt;Perbanyaklah bacaan talbiyah (umrah) ini dengan suara yang lantang1 sepanjang perjalanan ke Makkah, dan berhentilah dari talbiyah ketika menjelang thawaf. Hindarilah talbiyah secara bersama-sama (berjamaah), karena yang demikian itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum.&lt;br /&gt;Di antara hal-hal yang harus diperhatikan ketika berihram adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; Menjalankan segala apa yang telah diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti shalat lima waktu dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.&lt;br /&gt; Meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di antaranya; kesyirikan, perkataan kotor, kefasikan, berdebat dengan kebatilan, dan kemaksiatan lainnya.&lt;br /&gt; Tidak boleh mencabut rambut atau pun kuku, namun tidak mengapa bila rontok atau terkelupas tanpa sengaja.&lt;br /&gt; Tidak boleh mengenakan wewangian baik pada tubuh ataupun kain ihram. Dan tidak mengapa adanya bekas wewangian yang dikenakan sebelum melafazhkan niat ihram.&lt;br /&gt; Tidak boleh berburu atau pun membantu orang yang berburu.&lt;br /&gt; Tidak boleh mencabut tanaman yang ada di tanah suci, tidak boleh meminang wanita, menikah, atau pun menikahkan.&lt;br /&gt; Tidak boleh menutup kepala dengan sesuatu yang menyentuh (kepala tersebut) dan tidak mengapa untuk memakai payung, berada di bawah pohon, ataupun atap kendaraan.&lt;br /&gt; Tidak boleh memakai pakaian yang sisi-sisinya melingkupi tubuh (baju, kaos), imamah (sorban), celana, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt; Diperbolehkan untuk memakai sandal, cincin, kacamata, walkman, jam tangan, sabuk, dan tas yang digunakan untuk menyimpan uang, data penting dan yang lainnya.&lt;br /&gt; Diperbolehkan juga untuk mengganti kain yang dipakai atau mencucinya, sebagaimana pula diperbolehkan membasuh kepala dan anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt; Tidak boleh (bagi yang sudah berniat haji) melewati miqatnya dalam keadaan tidak mengenakan pakaian ihram.&lt;br /&gt;Apabila larangan-larangan ihram tersebut dilanggar, maka dikenakan dam (denda) dengan menyembelih hewan kurban (seekor kambing/sepertujuh unta/sepertujuh sapi).&lt;br /&gt;4. Bila telah tiba di Makkah (di Masjidil Haram) maka pastikan telah bersuci dari hadats (sebagai syarat thawaf, menurut madzhab yang kami pilih).&lt;br /&gt;5. Lalu selempangkanlah pakaian atas ke bawah ketiak kanan, dengan menjadikan pundak kanan terbuka dan pundak kiri tetap tertutup.&lt;br /&gt;6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.&lt;br /&gt; Disunnahkan berlari-lari kecil (raml) pada putaran ke-1 hingga ke-3 pada thawaf qudum.&lt;br /&gt; Disunnahkan pula setiap kali mengakhiri putaran (ketika berada di antara 2 rukun: Yamani dan Hajar Aswad) untuk membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari adzab api neraka.”&lt;br /&gt; Disunnahkan pula setiap kali tiba di Hajar Aswad untuk mencium atau memegangnya lalu mencium tangan yang digunakan untuk memegang tersebut, atau pun berisyarat saja dengan tangan (tanpa dicium), sambil mengucapkan: “Allahu Akbar”2 atau “Bismillahi Allahu Akbar”3.&lt;br /&gt; Disunnahkan pula setiap kali tiba di Rukun Yamani untuk menyentuh/mengusapnya tanpa dicium dan tanpa bertakbir. Dan bila tidak dapat mengusapnya maka tidak disyariatkan mengusapnya.&lt;br /&gt; Bila terjadi keraguan tentang jumlah putaran Thawaf, maka ambillah hitungan yang paling sedikit.&lt;br /&gt;7. Seusai Thawaf, tutuplah kembali pundak kanan dengan pakaian atas anda, kemudian lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah) walaupun agak jauh darinya. Dan bila kesulitan (tidak memungkinkan) mendapatkan tempat di belakang Maqam Ibrahim maka tidak mengapa shalat di bagian mana saja dari Masjidil Haram. Disunnahkan pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlash.&lt;br /&gt;8. Kemudian minumlah air zam-zam dan siramkan sebagiannya pada kepala.&lt;br /&gt;9. Lalu ciumlah/peganglah Hajar Aswad bila memungkinkan, dan tidak dituntunkan untuk berisyarat kepadanya.4&lt;br /&gt;10. Setelah itu pergilah ke bukit Shafa untuk bersa’i. Setiba di Shafa bacalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِاللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu termasuk dari syi’ar-syi’ar Allah.” (Al-Baqarah: 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah, pen.).”&lt;br /&gt;11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa), lalu ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ &lt;br /&gt;لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah semata, yang telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya dan menghancurkan orang-orang bala tentara kafir tanpa bantuan siapa pun.”&lt;br /&gt;Ini dibaca sebanyak 3 kali. Setiap kali selesai dari salah satunya, disunnahkan untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;12. Setelah itu berangkatlah menuju Marwah, dan ketika lewat di antara dua tanda hijau percepatlah jalan anda lebih dari biasanya. Setiba di Marwah lakukanlah seperti apa yang dilakukan di Shafa (sebagaimana yang terdapat pada point ke-11 di atas). Dengan demikian telah terhitung satu putaran. Lakukanlah yang seperti ini sebanyak 7 kali (dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah).&lt;br /&gt;13. Seusai Sa’i, lakukanlah tahallul dengan mencukur rambut kepala secara merata (bagi pria) dan bagi wanita dengan memotong sepanjang ruas jari dari rambut yang telah disatukan. Dengan bertahallul semacam ini, maka anda telah menunaikan ibadah umrah dan diperbolehkan bagi anda segala sesuatu dari mahzhuratil Ihram (hal-hal yang dilarang ketika berihram).&lt;br /&gt;14. Tanggal 8 Dzul Hijjah (hari Tarwiyah), merupakan babak kedua untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji anda. Maka mandilah dan pakailah wewangian pada tubuh serta kenakan pakaian ihram.&lt;br /&gt;15. Setelah itu berniatlah ihram untuk haji dari tempat tinggal anda di Makkah, seraya mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَبَّيْكَ حَجًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kusambut panggilan-Mu untuk melakukan ibadah haji.”&lt;br /&gt;Kemudian lantunkanlah ucapan talbiyah5:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu bagi-Mu.”&lt;br /&gt;Dengan masuknya ke dalam niat ihram haji ini, berarti anda harus menjaga diri dari segala mahzhuratil ihram sebagaimana yang terdapat pada point ke-3.&lt;br /&gt;16. Kemudian berangkatlah menuju Mina untuk mabit (menginap) di sana. Setiba di Mina kerjakanlah shalat-shalat yang 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, dan ‘Isya) menjadi 2 rakaat (qashar) dan dikerjakan pada waktunya masing-masing (tanpa dijama’).&lt;br /&gt;17. Ketika matahari telah terbit di hari 9 Dzul Hijjah, berangkatlah menuju Arafah (untuk wukuf). Perbanyaklah talbiyah, dzikir dan istighfar selama perjalanan anda menuju Arafah.&lt;br /&gt;18. Setiba di Arafah (pastikan bahwa anda benar-benar berada di dalam areal Arafah), manfaatkanlah waktu anda dengan memperbanyak doa sambil menghadap kiblat dan mengangkat tangan, serta dzikrullah. Karena saat itu anda sedang berada di tempat yang mulia dan di waktu yang mulia (mustajab) pula. Sebaik-baik bacaan yang dibaca pada hari itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. At-Tirmidzi no. 3585, dari hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. Dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no.1503)&lt;br /&gt;Untuk selebihnya anda bisa membaca tuntunan doa-doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang anda kehendaki. Lakukanlah amalan-amalan mulia di atas hingga matahari terbenam. Adapun shalat Dzuhur dan Ashar di Arafah, maka keduanya dikerjakan di waktu Dzuhur (jama’ taqdim) 2 rakaat - 2 rakaat (qashar), dengan satu adzan dan dua iqamat.&lt;br /&gt;19. Ketika matahari terbenam, berangkatlah menuju Muzdalifah dengan tenang sambil selalu melantunkan talbiyah. Setiba di Muzdalifah, kerjakanlah shalat Maghrib dan ‘Isya di waktu ‘Isya (jama’ ta`khir) dan diqashar (Maghrib 3 rakaat, ‘Isya 2 rakaat), dengan satu adzan dan dua iqamat. Kemudian bermalamlah di sana hingga datang waktu shubuh. Seusai mengerjakan shalat shubuh, perbanyaklah doa dan dzikir sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan, hingga hari nampak mulai terang (sebelum matahari terbit).&lt;br /&gt;20. Kemudian (sebelum matahari terbit), berangkatlah menuju Mina sambil terus bertalbiyah. Bila ada para wanita atau pun orang-orang lemah yang bersama anda, maka diperbolehkan bagi anda untuk mengiringi mereka menuju Mina di pertengahan malam. Namun melempar jumrah tetap dilakukan setelah matahari terbit.&lt;br /&gt;21. Ketika tiba di Mina (tanggal 10 Dzul Hijjah) kerjakanlah hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt; Lemparlah jumrah Aqabah dengan 7 batu kerikil (sebesar kotoran kambing) dengan bertakbir pada tiap kali lemparan. Pastikan setiap lemparan yang anda lakukan mengenai sasarannya.&lt;br /&gt; Sembelihlah Hadyu (hewan kurban), makanlah sebagian dagingnya serta shadaqahkanlah kepada orang-orang fakir yang ada di sana. Boleh juga penyembelihan ini diwakilkan kepada petugas resmi dari pemerintah Saudi Arabia yang ada di Makkah dan sekitarnya. Bila tidak mampu membeli atau menyembelih hewan kurban, maka wajib puasa tiga hari di hari-hari haji (boleh dilakukan di hari-hari Tasyriq, namun yang lebih utama dilakukan sebelum tanggal 9 Dzul Hijjah/hari Arafah6) dan tujuh hari setelah pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt; Potong atau cukurlah seluruh rambut kepala anda secara merata, dan mencukur habis lebih utama. Adapun wanita cukup memotong sepanjang ruas jari dari rambut kepalanya yang telah disatukan.&lt;br /&gt;Demikianlah urutan paling utama dari sekian amalan yang dilakukan di Mina pada tanggal 10 Dzul Hijjah tersebut, namun tidak mengapa bila didahulukan yang satu atas yang lainnya.&lt;br /&gt;22. Bila anda telah melempar jumrah Aqabah dan menggundul (atau mencukur rambut), maka berarti anda telah bertahallul awal. Sehingga diperbolehkan bagi anda untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika berihram, kecuali satu perkara yaitu menggauli isteri.&lt;br /&gt;23. Pakailah wewangian, kemudian pergilah ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadhah/thawaf haji (tanpa lari-lari kecil pada putaran ke-1 hingga ke-3), berikut Sa’i-nya. Dengan selesainya amalan ini, berarti anda telah bertahallul tsani dan diperbolehkan kembali bagi anda seluruh mahzhuratil ihram.&lt;br /&gt;Catatan Penting: Thawaf ifadhah boleh diakhirkan, dan sekaligus dijadikan sebagai thawaf wada’ (thawaf perpisahan) yang dilakukan ketika hendak meninggalkan kota suci Makkah.&lt;br /&gt;24. Setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzul Hijjah tersebut, kembalilah ke Mina untuk mabit (bermalam) di sana selama tanggal 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah (hari-hari tasyriq). Tidak mengapa bagi anda untuk bermalam 2 malam saja (tanggal 11 dan 12-nya/nafar awal).&lt;br /&gt;25. Selama 2 atau 3 hari dari keberadaan anda di Mina tersebut, lakukanlah pelemparan pada 3 jumrah yang ada; Sughra, Wustha, dan Aqabah (Kubra). Pelemparan jumrah pada hari-hari itu dimulai setelah tergelincirnya matahari (setelah masuk waktu Dzuhur), hingga waktu malam.&lt;br /&gt;Caranya: Sediakan 21 butir batu kerikil (sebesar kotoran kambing). Kemudian pergilah ke jumrah Sughra dan lemparkanlah ke arahnya 7 butir batu kerikil (satu demi satu) dengan bertakbir pada setiap kali pelemparan. Pastikan lemparan tersebut masuk ke dalam sasaran. Bila ternyata tidak masuk, maka ulangilah lemparan tersebut walaupun dengan batu yang didapati di sekitar anda. Setelah selesai, majulah sedikit ke arah kanan, lalu berdirilah menghadap kiblat dan angkatlah kedua tangan anda untuk memohon (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang diinginkan. Lalu pergilah menuju jumrah Wustha. Setiba di jumrah Wustha, lakukanlah seperti apa yang anda lakukan di jumrah Sughra. Setelah selesai, majulah sedikit ke arah kiri, berdirilah menghadap kiblat, dan angkatlah kedua tangan anda untuk memohon (berdoa) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala segala apa yang diinginkan. Lalu pergilah menuju jumrah Aqabah. Setiba di jumrah Aqabah, lakukanlah seperti apa yang anda lakukan di jumrah Sughra dan Wustha. Setelah itu, tinggalkanlah jumrah Aqabah tanpa melakukan doa padanya.&lt;br /&gt;26. Bila anda ingin mabit 2 malam saja di Mina (tanggal 11 dan 12 Dzul Hijjah), maka keluarlah dari Mina sebelum terbenamnya matahari tanggal 12 Dzul Hijjah, tentunya setelah melempar 3 jumrah yang ada. Namun jika matahari telah terbenam dan anda masih berada di Mina, maka wajib untuk bermalam lagi dan melempar 3 jumrah di hari ke-13-nya (yang afdhal adalah mabit 3 malam di Mina/nafar tsani). Diperbolehkan bagi orang yang sakit atau pun lemah yang benar-benar tidak mampu melakukan pelemparan untuk mewakilkan pelemparannya kepada yang dapat mewakilinya. Sebagaimana diperbolehkan pula bagi orang yang mewakili, melakukan pelemparan untuk dirinya kemudian untuk orang yang diwakilinya diwaktu dan tempat yang sama (dengan batu yang berbeda).&lt;br /&gt;27. Dengan selesainya anda dari kegiatan melempar 3 jumrah pada hari-hari tersebut (baik mengambil nafar awwal atau pun nafar tsani), berarti telah selesai pula dari kewajiban mabit di Mina. Sehingga diperbolehkan bagi anda untuk meninggalkan kota Mina dan kembali ke hotel atau maktab masing-masing yang ada di kota Makkah.&lt;br /&gt;28. Bila anda hendak meninggalkan kota Makkah (baik yang akan melanjutkan perjalanan ke kota Madinah atau pun yang akan melanjutkan perjalanan ke tanah air), maka lakukanlah thawaf wada’ dengan pakaian biasa saja/bukan pakaian ihram dan tanpa Sa’i, kecuali bagi anda yang menjadikan thawaf ifadhah sebagai thawaf wada’nya maka harus bersa’i.&lt;br /&gt;Demikianlah bimbingan manasik haji Tamattu’ yang kami ketahui berdasarkan dalil-dalilnya yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semoga taufiq dan hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengiringi kita semua, sehingga diberi kemudahan untuk meraih predikat haji mabrur, yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah.&lt;br /&gt;Amin Ya Mujibas Sa`ilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan:&lt;br /&gt;1. At-Tahqiq wal-Idhah Lilkatsir Min Masa`ilil Hajji wal Umrah waz Ziyarah, Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz.&lt;br /&gt;2. Hajjatun Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam Kama Rawaha ‘Anhu Jabir radhiyallahu ‘anhu, karya Asy-Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani.&lt;br /&gt;3. Manasikul Hajji Wal ‘Umrah, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.&lt;br /&gt;4. Al-Manhaj limuridil ‘Umrah wal Hajj, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.&lt;br /&gt;5. Shifat Hajjatin Nabi, karya Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu.&lt;br /&gt;6. Dalilul Haajji wal Mu’tamir wa Zaa‘iri Masjidir Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Majmu’ah minal ‘Ulama, terbitan Departemen Agama Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Para ulama sepakat bahwasanya kaum wanita tidak diperbolehkan (makruh) mengeraskan talbiyahnya, sebagaimana yang dinukilkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi. Lihat Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hal. 51, catatan kaki no. 10.&lt;br /&gt;2 Ini merupakan pendapat Asy-Syaikh Al-Albani. Lihat Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hal.57, catatan kaki no. 23.&lt;br /&gt;3 Ini merupakan pendapat Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Lihat At-Tahqiq wal-Idhah hal. 39.&lt;br /&gt;4 Sebagaimana penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin dalam Manasikul Hajji wal ‘Umrah.&lt;br /&gt;5 Perbanyaklah bacaan talbiyah ini selama perjalanan haji anda, hingga akan melempar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzul Hijjah (hari Idul Adha)&lt;br /&gt;6 Berdasarkan riwayat Al-Bukhari, dari ‘Aisyah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhum bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membolehkan bershaum di hari Tasyriq kecuali bagi seseorang yang berhaji (Tamattu’/Qiran, pen.) dan tidak mampu menyembelih hewan kurban. (Lihat Irwa`ul Ghalil, juz 4 hal. 132, dan keterangan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Manasik Al-Hajji wal ‘Umrah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=384 "&gt;http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=384 &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-1238243430079389426?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/1238243430079389426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=1238243430079389426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/1238243430079389426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/1238243430079389426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/12/manasik-haji.html' title='Manasik Haji'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkrdsB0MNI/AAAAAAAAADE/tKl59GTODew/s72-c/IMG_0007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-5567861735073677340</id><published>2008-12-05T05:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T05:16:20.136-08:00</updated><title type='text'>LPPTKA BKPRMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkpjJ_Hj-I/AAAAAAAAAC8/FTtrZbao9-Y/s1600-h/bkprmi-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkpjJ_Hj-I/AAAAAAAAAC8/FTtrZbao9-Y/s200/bkprmi-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276294122394062818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LPPTKA-BKPRMI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkatan dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Quran , sebuah lembaga otonom di tubuh organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang dibentuk pada tahun 1990 dan merupakan pelopor dari pembentukan TKA/TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di seluruh penjuru Indonesia. Lembaga ini bertugas untuk menyebarluaskan pendidikan dan pengenalan Al-Quran pada anak-anak sejak usia dini. Untuk memenuhi misinya tersebut lembaga ini mengkordinir TKA/TPA yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi satu jaringan dan menyusun standarisasi kurikulum pengajaran Al-Qur’an dengan metode Iqra’ serta membangun pusat-pusat pelatihan ustadz-ustadzah TKA/TPA di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.generasiqurani.com "&gt;http://www.generasiqurani.com&lt;/a&gt; Lembaga Pengembangan Pendidikan TKA Pusat (Jakarta) &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lpptka-dki.or.id/"&gt;http://www.lpptka-dki.or.id/&lt;/a&gt;  LPPTKA - BKPRMI DKI JAYA&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BADAN KOORDINASI TKA-TPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http:www.anaksholeh.com"&gt;http:www.anaksholeh.com&lt;/a&gt; BADKO TKA-TPA Propinsi DIY&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TKA-TPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tpamujahidin.com"&gt;http://www.tpamujahidin.com&lt;/a&gt; TPA MUJAHIDDIN KOTA JOGJAKARTA&lt;br /&gt;&lt;a href="http://darunnajahkids.com/"&gt;http://darunnajahkids.com/&lt;/a&gt; TKA-TPA PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.daarulquran.org"&gt;http://www.daarulquran.org&lt;/a&gt; Yayasan Taman Pendidikan Darul Quran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-5567861735073677340?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/5567861735073677340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=5567861735073677340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/5567861735073677340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/5567861735073677340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/12/lpptka-bkprmi.html' title='LPPTKA BKPRMI'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/STkpjJ_Hj-I/AAAAAAAAAC8/FTtrZbao9-Y/s72-c/bkprmi-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-4980950534835561693</id><published>2008-12-02T05:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T05:46:28.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>DOWNLOAD GRATIS</title><content type='html'>1. DOWNLOAD BELAJAR MEMBACA QURAN (IQRO’) from &lt;a href="http://www.qronis.web.id/"&gt;http://www.qronis.web.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Klik Langsung Ke:&lt;br /&gt;a. &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink.php?uid=Z7CbnZqoaKqelZbzaKqZnJGlZ6eblZg%3D6"&gt;Qronis1&lt;/a&gt;-b. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=Z7CclJyoaq%2BZ4palY7KWlJWiZaubmZc%3D3"&gt;Qronis2&lt;/a&gt;-c. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download.php?uid=Yq%2Bcm5mnY62gnOKnYaqhkZSmXqyanJeu1"&gt;Qronis3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. E-BOOK DAN SOFWARE KAJIAN ISLAM&lt;br /&gt;&lt;a href="http://umam.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=category&amp;sectionid=4&amp;id=16&amp;Itemid=28"&gt;KITAB TAFSIR HADIS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9 kitab tafsir dan 20 kitab hadits&lt;br /&gt;&lt;a href="http://umam.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=27&amp;Itemid=28"&gt;Kitab Alfiyyah Ibnu Malik&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://umam.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=24&amp;Itemid=28"&gt;AL Mandzhumah Al Baiquniyyah&lt;/a&gt; (kitab dasar ilmu hadits) &lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://umam.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=section&amp;id=2&amp;Itemid=26"&gt;PELAJARAN BAHASA ARAB&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download Pelajaran Bahasa Arab Orang Indonesia di &lt;a href="http://www.arabindo.co.nr/"&gt;ARABINDO&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.esnips.com/web/nahwu"&gt;Download Ilmu Nahwu Bahasa Arab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://my-syamilah.blogspot.com/"&gt;DOWNLOAD LENGKAP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.sendspace.com/file/588jtb"&gt;SOFTWARE HADITS WEB&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Terjemahannya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan, yakni pembahasan awal mengenai ilmu hadits&lt;br /&gt;Ringkasan Shahih Bukhari&lt;br /&gt;Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim&lt;br /&gt;Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi&lt;br /&gt;Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam&lt;br /&gt;1100 Hadits Terpilih&lt;br /&gt;Sejarah Singkat Beberapa Ahli Hadits&lt;br /&gt;Artikel-Artikel Tentang Hadits&lt;br /&gt;Dan informasi-informasi menarik lainnya&lt;br /&gt;Bisa langsung download pada SALAH SATU link sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sendspace.com/file/588jtb"&gt;http://www.sendspace.com/file/588jtb&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.savefile.com/files/880974"&gt;http://www.savefile.com/files/880974&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.axifile.com/?5830425"&gt;http://www.axifile.com/?5830425&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/42418416/HaditsWeb3_Setup.zip"&gt;http://rapidshare.com/files/42418416/HaditsWeb3_Setup.zip&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FARAIDH WEB&lt;br /&gt;FaraidWeb 1.0 -&lt;br /&gt;Panduan dan Referensi Belajar Ilmu Faraid/Waris Berdasarkan Syariat Islam. &lt;br /&gt;DAFTAR ISI: Kata Pengantar, - Bab 1. Pendahuluan - Bab 2. Dasar-Dasar Matematika untuk Faraid - Bab 3. Dasar-Dasar Faraid - Bab 4. Pembagian Waris Untuk Ashhabul Furudh - Bab 5. Macam-Macam Ashabah - Bab 6. Al-’Aul dan Ar-Radd - Bab 7. Hak Waris Kakek Dan Saudara - Bab 8. Munasakhat dan At-Takharuj min at-Tarikah - Bab 9. Hak Waris Dzawil Arham - Bab 10. Hak Waris Banci - Bab 11. Hak Waris Janin - Bab 12. Hak Waris Anak Hasil Zina dan Anak Lian - Bab 13. Hak Waris Orang yang Hilang dan Tertawan - Bab 14. Hak Waris Orang yang Mengalami Kematian Bersama - Bab 15. Beberapa Pertanyaan Seputar Harta Warisan - Daftar Pustaka - Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.ilma96.net/"&gt;DOWNLOAD E-BOOK LENGKAP&lt;/a&gt; (ILMA95.NET)&lt;br /&gt;From web site Erman dan Keluarga, Kepulauan Riau&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ilma95.net/ilma95.htm"&gt;LENGKAP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ilma95.net/pdf_fiqh.htm"&gt;FIQIH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ilma95.net/pdf_aqidah.htm"&gt;AQIDAH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada  tajwid.exe nya juga lho …&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://www.pakdenono.com/"&gt;PAKDENONO&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://www.pakdenono.com/"&gt;www.pakdenono.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;eBook Islam - Buku Islam - Ebook Gratis&lt;br /&gt;Langsung ke Halaman Download : Klik Disini&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://www.islam-download.net/"&gt;ISLAM-DOWNLOAD.NET&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islamic download - download center islami :: free download gratis mp3 mp3 murattal murattal ceramah ceramah. mp3 mp3 islam nasyid nasyid (no). mp3 mp3 kajian kajian. Ceramah-ceramah. software software program program. Klik &lt;a href="http://error.000webhost.com/not_found.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;8. ISLAM HOUSE&lt;br /&gt;E-Book &lt;a href="http://www.islamhouse.com/pg/10523/audios/1"&gt;Kaset&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.islamhouse.com/pg/10523/articles/1"&gt;Makalah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.islamhouse.com/pg/10523/fatwa/1"&gt;Fatwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Klik : &lt;a href="http://www.islamhouse.com/"&gt;http://www.islamhouse.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. MOBILE PROGRAM AND SOFTWARE&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/mobileprogrammes/"&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/mobileprogrammes/"&gt;http://www.geocities.com/mobileprogrammes/&lt;/a&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10. DOWNLOAD KITAB BAHASA ARAB&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.alwaqfeya.com/"&gt;http://www.alwaqfeya.com&lt;/a&gt;/ Download Kitab Bahasa Arab&lt;br /&gt;11. E-BOOK PDF FROM BAHAN TARBIYAH (&lt;a href="http://www.bahantarbiyah.info/"&gt;http://www.bahantarbiyah.info/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Cara download PDF book :&lt;br /&gt;1. Klik dua kali PDF yang ada, kemudian&lt;br /&gt;2. Klik kanan mouse pilih save target as, pilih tempat menyimpan. Save. Tunggu&lt;br /&gt;Langsung ke halaman download, klik &lt;a href="http://bahantarbiyyah.info/v2/thumbnails.php?album=17&amp;page=1"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-4980950534835561693?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/4980950534835561693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=4980950534835561693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4980950534835561693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4980950534835561693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/12/download-gratis.html' title='DOWNLOAD GRATIS'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-3161719300179147755</id><published>2008-11-28T17:45:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:06:30.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>PERAN TKA-TPA “MEMURNIKAN AQIDAH” SEJAK USIA DINI</title><content type='html'>A. Maraknya Aliran Sesat&lt;br /&gt;Aliran Sesat dan Cara Menghindarinya&lt;br /&gt;Pedoman Agar Tak sesat: Baca, Pelajari, Amalkan Al Qur’an dan Hadits&lt;br /&gt;          “Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]&lt;br /&gt;”Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik.” [An Nisaa’:59]&lt;br /&gt;          “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;Sesat Jika Melanggar Al Qur’an dan Hadits&lt;br /&gt;            Dalam Al Qur’an ada perintah sholat, zakat, puasa, haji, berbuat baik, dan sebagainya. Dalam Al Qur’an juga ada larangan berzina, mencuri, berpecah-belah, fanatik golongan, dan sebagainya. Dalam Hadits juga dijelaskan bermacam-macam perintah dan larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;            Jika ucapan dan tindakan pemimpin dan anak buahnya bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits (misalnya sholat hanya 1 kali atau mengajarkan perzinahan) maka mereka adalah kelompok sesat.&lt;br /&gt;Rukun Iman  Jika ajaran menyimpang dari rukun Iman, maka dia sesat (Bukhari-Muslim) Rukun Iman: Iman kepada Allah – Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab Suci - Meyakini Al Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir, benar, dan terjaga keasliannya. Iman Kepada Rasul. Mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir dan tak ada Nabi/Rasul setelahnya. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Qadla dan Qadar yang baik/yang buruk&lt;br /&gt;Rukun Islam: Jika ajaran menyimpang dari rukun Islam, maka dia sesat (Bukhari-Muslim). Misalnya jika tidak sholat atau sholat hanya 1 x sehari maka dia sesat.&lt;br /&gt;Mengucapkan 2 kalimat syahadah: Asyhadu al Laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah, Sholat 5 waktu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya), Puasa bulan Ramadhan, Zakat bagi yang mampu serta Berhaji ke Mekkah jika mampu&lt;br /&gt;Mengingkari Kebenaran Al Qur’an&lt;br /&gt;           Jika meragukan kebenaran Al Qur’an maka dia sesat. Contohnya paham Liberalisme yang meragukan Al Qur’an berdasarkan hadits palsu yang dibuat oleh orientalis:&lt;br /&gt;“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]&lt;br /&gt;“Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat  yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. “ [Al Baqarah:23]&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.” [Huud:110]&lt;br /&gt;Menafsirkan Al Qur’an Semaunya&lt;br /&gt;         Ciri Aliran sesat adalah menafsirkan Al Qur’an semaunya untuk menimbulkan perpecahan. Ayat Al Qur’an yang jelas tidak perlu ditafsirkan lagi. Ada pun Ayat Al Qur’an yang kurang jelas ditafsirkan dengan memakai ayat Al Qur’an lain yang berkaitan. Jika tak ada dengan hadits Nabi yang sahih. “Dia menurunkan Al Quran kepadamu. Di antaranya ada ayat yang muhkamaat [jelas], itulah pokok isi Al qur’an dan yang lain ayat mutasyaabihaat [tak jelas]. Orang yang condong pada kesesatan  mengikuti ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dengan mencari-cari artinya, padahal tak ada yang tahu selain Allah. Orang yang dalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat yang mutasyaabihaat, semua itu dari  Tuhan kami.” [Ali ‘Imran:7]&lt;br /&gt;Mengingkari Hadits Nabi&lt;br /&gt;           Jika mengingkari Hadits/Sunnah Nabi maka sesat. Kelompok ini termasuk kelompok Ingkar Hadits/Sunnah.&lt;br /&gt;”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An Nisaa’:59]&lt;br /&gt;“Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;Mengakui ada Nabi Setelah Muhammad&lt;br /&gt;          Banyak aliran sesat yang mengaku pimpinannya sebagai Nabi/Rasul setelah Muhammad SAW. Ini bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits. ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Ahzab:40]&lt;br /&gt;          Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).&lt;br /&gt;Memisahkan Diri dari Jama’ah Islam&lt;br /&gt;         Ada kelompok sesat menganggap seluruh ummat Islam di luar kelompok mereka sesat/bid’ah. Ini kelompok Khawarij yang jumlahnya selalu minoritas. Ikutilah jama’ah terbanyak:&lt;br /&gt;“Dan berpeganglah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..” [Ali Imran:103]&lt;br /&gt;“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin” [At Taubah:107]&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku atas kesesatan dan perlindungan Allah beserta orang banyak.” [HR Tirmidzi]&lt;br /&gt;- Sesat jika menganggap hanya kelompoknya yang benar:&lt;br /&gt;- Tidak mau mengaji dengan guru di luar kelompoknya&lt;br /&gt;- Tidak mau sholat dengan orang di luar kelompoknya&lt;br /&gt;- Tidak mau sholat di masjid yang bukan milik kelompoknya.&lt;br /&gt;- Tidak mau membantu orang-orang Islam di luar kelompoknya.&lt;br /&gt;           Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” [Al An’am:159]&lt;br /&gt;“yaitu orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. “ [Ar Ruum:32]&lt;br /&gt;Tips Agar Tak Sesat&lt;br /&gt;Baca dan Pelajari Al Qur’an dan Hadits&lt;br /&gt;        Untuk terjemah Al Qur’an cari yang versi Depag/M Yunus&lt;br /&gt;        Hadits yang sahih dan terkenal ada 6 (Kutuubus Sittah) terdiri dari: Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Imam Ahmad, dan Ibnu Majah, Pelajari juga Asbabun Nuzul: Hadits berisi penjelasan turunnya Al Qur’an serta Bulughul Marom: Hadits kumpulan Ibnu Hajar yang sistematis menjelaskan hukum Islam. Bergurulah dengan banyak guru yang lurus sehingga ada perbandingan.  Ikuti sunnah Nabi dan jangan berpisah dari jama’ah Islam terbesar (Ahlus Sunnah wal Jama’ah).&lt;br /&gt;          Aliran Sesat memberi target kepada pengikutnya untuk merekrut anggota baru di masjid-masjid dan kampus. Hati-hati terhadap guru ngaji yang tidak anda kenal reputasinya meski teman anda yang mengenalkan. Minta referensi dari keluarga dan BEBERAPA teman anda.&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” [Al Israa’:36]&lt;br /&gt;Tanya pada para ulama di MUI apakah satu aliran sesat/tidak&lt;br /&gt;“..bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak tahu” [An Nahl:43]&lt;br /&gt;Di situs www.mui.or.id dijelaskan aliran-aliran yang sesat&lt;br /&gt;Referensi: 10 Ciri Aliran Sesat Menurut MUI. Baca juga eramuslim.com&lt;br /&gt;B. Peran TKA-TPA dalam Pemurnian Aqidah Sejak Dini&lt;br /&gt;          Sudah seharusnya, setiap ustadz dan ustadzah selalu menanamkan aqidah yang murni sejak dini kepada para santrinya. Dalam hal ini perannya menjadi sangat besar, mendampingi pembinaan aqidah si santri dalam lingkungan keluarganya.&lt;br /&gt;c. Regenerasi dan Pembinaan Berkesinambungan Pasca TKA-TPA&lt;br /&gt;        Tidak selamanya seorang anak didik menjadi santri. Dia terus berkembang dengan bertambah usia, ilmu dan pengetahuannya, bahkan kemudian menjadi pembantu atau pengganti seniornya dan menjadi seorang ustadz atau ustadzah. Regenerasi inilah yang harus terus berkesinambungan. Estafet ini akan terus berlangsung dan semakin maju apabila pengelolaan TKA-TPA lebih profesional dan bersungguh-sungguh&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-3161719300179147755?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/3161719300179147755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=3161719300179147755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3161719300179147755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3161719300179147755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/peran-tka-tpa-memurnikan-aqidah-sejak.html' title='PERAN TKA-TPA “MEMURNIKAN AQIDAH” SEJAK USIA DINI'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-2257173077849708509</id><published>2008-11-23T20:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T20:32:00.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kurikulum'/><title type='text'>Ustadz Yang Handal</title><content type='html'>A. Paham Gaya Belajar Santrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara para ustad-utadzah di TKA-TPA pernah menjumpai santri yang suka berlarian dikelas, banyak bicaranya dan ada juga santri yang diam pemurung, sehingga sering kita menganggapnya sebagai suatu masalah dalam proses pembelajaran. Perilaku santri seperti yang digambarkan diatas bukanlah sebuah masalah dalam proses pembelajaran bila para ustad-ustadzah memahami apa yang namanya gaya belajar santri. Karena gaya belajar santri tercermin dari perilaku santri sehari-hari dalam kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga gaya belajar yang dimiliki oleh  para santri diantaranya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Gaya belajar visual&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Gaya belajar auditorial&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Gaya belajar kinestetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belajar merupakan cara seorang anak didalam menerima atau memproses informasi. Dimana seorang anak bisa saja memiliki salah satu gaya belajar tersebut atau lebih dari satu gaya belajar. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gaya belajar visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belajar visual didalam menerima atau memproses informasi dengan cara melihat. Ciri-ciri anak yang memiliki gaya belajar visual diantaranya ; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Selalu rapih dan teratur.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      kalau berbicara cepat&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Teliti dan detail.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Mementingkan penampilan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tidak terganggu oleh keributan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Pembaca cepat dan tekun.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Suka membaca.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Suka mencoret-coret tanpa arti bila sedang berbicara atau mendengar&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Sering menjawab pertanyaan dengan singkat seperti ya dan tidak.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Lebih suka memperagakan dari pada berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gaya belajar auditorial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belajar auditorial yaitu belajar dengan cara mendengar seperti, mendengarkan ceramah, siaran Radio dan Radio kaset. Gaya belajar auditorial memiliki ciri-ciri seperti ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Mudah terganggu oleh keributan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Suka berbicara pada diri sendiri pada saat kerja&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Membaca dengan besuara&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Merasa sulit menulis tapi pandai bercerita.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Umumnya bicaranya fasih&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Lebih mudah mengingat dari mendengar&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Suka bicara dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gaya belajar kinestetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belajar kinestetik yaitu belajar dengan cara bergerak, bekerja menyentuh bersifat ketrampilan tubuh. Ciri-ciri dari gaya belajar kinestetik adalah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Berbicara perlahan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Merespon perhatian fisik&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Mencari perhatian dengan menyentuh.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Berdiri dekat bila berbicara dengan orang lain.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Banyak bergerak.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Mengahafal dengan cara berjalan dan melihat.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tidak tahan duduk lama.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Banyak menggunakan isyarat tubuh.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Belajar mealui praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru TPA yang handal harus memahami gaya belajar santrinya, apakah memiliki gaya belajar visual, auditoril atau kinestetik sehingga didalam menjalankan proses pembelajaran dia akan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar santrinya.Bila para ustad-ustadzah menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar santrinya maka Insya Allah santri akan lebih cepat memahami materi pelajaran yang disampaiakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. MENGUASAI MATERI, SUASANA BELAJAR DAN KONDISI RUANGAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penguasaan Materi dan Cara Penyampaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui materi pembelajaran TKA/TPA secara semaksimal mungkin, hal ini sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan cara penyampaiannya, yang menyesuaikan dengan usia para santri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menguasai Suasana Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana gaduh dalam kelas tentu sangat mengganggu, Terdapat beberapa trik agar tidak gaduh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menguasai Kondisi dalam Ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KEMAMPUAN INTERAKTIF TERHADAP SANTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan komunikasi ustadz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berkomunikasi ustadz/ustadzah, sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih Keterampilan komunikasi santri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan komunikasi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Pada usia pra sekolah, anak memerlukan suatu lingkungan yang mampu menstimuli ketrampilan komunikasinya. Taman Pendidikan Al Quran sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal berperan penting dalam meningkatkan kemampuan ketrampilan komunikasi anak melalui program-program yang dirancangnya. Tingkat keterlibatan santri terhadap program-program yang ada pada TKA/TPA secara teoritis memiliki pengaruh terhadap kemampuan ketrampilan komunikasianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Stewart L. Tubb dan Sylvia Moss yang menyatakan bahwa sifat komunikasi anak secara umum ada 2 macam: Pertama, Komunikasi Egosentris. Artinya, anak selalu berbahasa dengan bahasa yang selalu membuat pernyataan, bahkan perdebatan, alih-alih memberi alasan pernyataannya. Anak tersebut hampir tidak pernah bertanya pada dirinya, apakah ucapannya dimengerti. Baginya semua itu sudah jelas, karena ia sama sekali tidak memikirkan orang lain ketika ia berbicara. Kedua, Komunikasi Sosiosentrik. Artinya meliputi penyajian informasi kepada penerima dan dalam beberapa hal cara pandang penerima, ini lebih melibatkan penyandian sosial daripada penyandian nonsosial. Adapun dalam pola belajar berbicara, biasanya terdapat empat bentuk prabicara, yaitu menangis, berceloteh, isyarat, dan pengungkapan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. MAMPU MENGIKAT HUBUNGAN BATHIN YANG ERAT DENGAN PARA SANTRINYASeorang ustadz-ustadzah TKA/TPA yang sangat disayangi oleh para santrinya, tentu lebih mudah memberikan materi. Ikatan hubungan batin dengan santrinya ini dapat diciptakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MENELADANI PENDIDIK DALAM AL QUR’AN DAN HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah bagaikan mengarungi lautan yang tidak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Keluasan suri tauladan Muhammad SAW mencakup semua aspek hidup dan kehidupan. Perjalanan hidup pribadi, keluarga, bisnis, sosial, politik, militer, hukum, dan pendidikan Rasulullah SAW dengan disiplin leadership dan manajemen. Teritorial suri tauladan Rasulullah SAW tidak lagi di dalam masjid dan mushalla tetapi mulai keluar merambah manajemen pasar modal, perbankan, asuransi, sistem hukum, manajemen stratejik, pembiayaan ekspor-impor, sistem pendidikan, dan bidang-bidang kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Para Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Luqman Al Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan badah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?”Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.&lt;br /&gt;2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.&lt;br /&gt;3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.&lt;br /&gt;4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.&lt;br /&gt;5. Ingatlah Allah selalu.&lt;br /&gt;6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu&lt;br /&gt;7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.&lt;br /&gt;8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gaya Belajar, (Drs. Taufik Hidayat S.) http://www.lpptka-dki.or.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SEPTI IRAWATI, Pengaruh Program Play Group “Al-Fath” Kediri Terhadap Ketrampilan BerkomunikasiAnak. Institut Teknologi Bandung. http://digital.lib.itb.ac.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec , Penerbit: MQS Publishing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=132&amp;cat=2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-2257173077849708509?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/2257173077849708509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=2257173077849708509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/2257173077849708509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/2257173077849708509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/ustadz-yang-handal.html' title='Ustadz Yang Handal'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-3990092815073819352</id><published>2008-11-23T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T20:19:02.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Sepeda Hias</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSorJHU6g1I/AAAAAAAAACk/YPtR_1kSiEM/s1600-h/01092008_009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSorJHU6g1I/AAAAAAAAACk/YPtR_1kSiEM/s200/01092008_009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272073749376172882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyambut hari pertama puasa 1429 H santri-santri mengadakan acara sepeda hias. Sepeda di rias habis-habisan dengan berbagai aksesoris menurut krestifitas santrisendiri. Walau haus dan laper jadi satu tapi tetap semangat 45. Dimulai jam setengah lima sore, start dan fi  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;nish di Masjid Baitussalam. Dengan rute melintasi beberapa desa tetangga. Ada yang nangis, ada yang tertinggal eh ada juga yang di anterin ama wali santri dan masih banyak keceriaan yang laen..&lt;br /&gt;Dan Akhirnya setelah lelah bersepeda ria waktu berbuka puasa pun tiba.... &lt;br /&gt;Aahhh Alhamdulillah setetes air hilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-3990092815073819352?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/3990092815073819352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=3990092815073819352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3990092815073819352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3990092815073819352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/sepeda-hias.html' title='Sepeda Hias'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSorJHU6g1I/AAAAAAAAACk/YPtR_1kSiEM/s72-c/01092008_009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-4318387825710268759</id><published>2008-11-23T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T20:03:33.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan'/><title type='text'>Tujuh belasan di Baitussalam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSonN3n0pYI/AAAAAAAAACU/ZY23pgvv-rk/s1600-h/24082008_040.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSonN3n0pYI/AAAAAAAAACU/ZY23pgvv-rk/s200/24082008_040.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272069433013347714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbul Wathan minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman).&lt;br /&gt;Untuk ikut menyemarakkan hari kemerdekaan Ri Yang Ke 63, santri-santri Tka Tpa baitussalam pun tak ingin ketinggalan. Bekerja sama dengan karang taruna setempat digelarlah &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;berbagai pelombaan. Setelah melalui seleksi yang ketat dipilihlah berbagai macam perlombaan. Perlombaan dibagi dua kategori, yaitu agama dan umum. Di antara lomba keagamaan yaitu lomba Adzan dan Iqomat, mewarnai, menyusun hadits, menyusun huruf hijaiyah, dan lomba umum di antaranya lari karung, lari kaleng, ambil koin, pasang kukusan, pecah balon dan lain-lain,(untuk panitia ada lomba tulis sms). wuaahh pokoknya meriah dech.. &lt;br /&gt;Acara ditutup dengan pengajian dan pemberian hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-4318387825710268759?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/4318387825710268759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=4318387825710268759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4318387825710268759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4318387825710268759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/7belasan-di-baitussalam-hizbul-wathan.html' title='Tujuh belasan di Baitussalam'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSonN3n0pYI/AAAAAAAAACU/ZY23pgvv-rk/s72-c/24082008_040.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-3509013602240394008</id><published>2008-11-23T19:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T19:41:12.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontak Kami'/><title type='text'>Alamat Tka Tpa Baitussalam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSoiSHkc9yI/AAAAAAAAACE/VwqEncF7jGg/s1600-h/denah.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSoiSHkc9yI/AAAAAAAAACE/VwqEncF7jGg/s400/denah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272064008455517986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat         : Celan Trimurti Srandakan Bantul&lt;br /&gt;Kode Poss      : 55762&lt;br /&gt;E-mail         : tkatpa_baitussalam@yahoo.com&lt;br /&gt;WebBlog        : www.tkatpa-baitussalam.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-3509013602240394008?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/3509013602240394008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=3509013602240394008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3509013602240394008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/3509013602240394008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/alamat-celan-trimurti-srandakan-bantul.html' title='Alamat Tka Tpa Baitussalam'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SSoiSHkc9yI/AAAAAAAAACE/VwqEncF7jGg/s72-c/denah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-4306260086551813848</id><published>2008-11-11T08:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T08:15:17.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kurikulum'/><title type='text'>KURIKULUM PENDIDIKAN TKA-TPA BAITUSSALAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karakteristik Anak Usia Pra Sekolah-Sekolah Dasar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Subyek didik (santri) pada umumnya anak usia pra sekolah–sekolah dasar adalah mereka yang menjadi sentral program pendidikan dan perhatian kurikulum ini. Sehingga substansi kurikulum yang dirumuskan ini dan yang dikembangkan di dalam tataran paksis (praktek di lapangan) pun harus senantiasa disesuaikan dengan dunia anak. Oleh karena itu, pengetahuan akan karakteristik anak harus senantiasa segar di dalam benak setiap orang yang berinteraksi dengan mereka.&lt;br /&gt;          Pemahaman tentang tahap-tahap perkembangan anak, dapat mengarahkan pendidik memiliki kesanggupan di dalam memberikan pelayanan atau perlakuan yang sesuai dengan irama perkembangan dan pertumbuhan anak, sesuai dengan jiwa anak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya, anak akan terhindar dari perlakuan yang tidak pada tempatnya (dzalim).&lt;br /&gt;           Setiap anak, memiliki irama pertumbuhan dan perkembangan masing-masing yang terkadang memerlukan perlakuan yang amat khusus. Walau demikian, secara umum, mereka memiliki ciri atau karakteistik pertumbuhan dan perkembangan yang hampir sama untuk tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhan tertentu. Berdasar karakteristik yang umum tersebut, para orang tua dan setiap orang yang berinteraksi dengan anak dapat menyiapkan diri untuk mengarahkan dan membimbing mereka.&lt;br /&gt;         Adapun yang dimaksud dengan pertumbuhan di dalam pembahasan ini yakni adanya perubahan fisik/ tubuh anak ke arah penyempurnaannya. Sedangkan istilah perkembangan merupakan perubahan psikhis (kejiwaan) ke arah penyempurnaannya.&lt;br /&gt;Peranan TKA-TPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan TKA/TPA/TQA  yang pernah digaungkan pada kurun tahun 1989 oleh Alm. Bp. As’ad Humam telah melahirkan ribuan TKA/TPA/TQA diseluruh Indonesia. Gerakan TKA/TPA/TQA telah memberi kontribusi yang cukup banyak bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) tentang dasar-dasar agama sebagai pondasi tatanan moral umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode dan Pendekatan Pembelajaran TKA-TPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam pembelajaran santri TK-TPA Al-Quran adalah metode IQRO, yang memiliki 6 jilid dengan masing-masing 33 s.d 35 halaman. Dan dilaksanakan dengan sistem PRIVAT dan sistem KLASIKAL. Penggunaan metode IQRO’ dipilih karena kemudahan dan fleksibilitasnya. Dikatakan mudah dan fleksibel, karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;      Dapat dipelajari oleh siapa saja yang berkemauan keras dari usia kanak-kanak sampai dengan orang dewasa  dan orang yang sudah lanjut usia.&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;      Dapat diterapkan pada beberapa jenis jenjang pendidikan:&lt;br /&gt;      - Sekolah Formal: Taman  Kanak-Kanak (TK) SD / MI, SLTP &amp; SLTA.&lt;br /&gt;      - Kursus-kursus atau privat&lt;br /&gt;      - Pada TKA (4-7 tahun) dan TPA (7-12 tahun)&lt;br /&gt;      - Penggunaan metode IQRO’ ini dipadukan dengan kurikilum yang disusun  berdasarkan standar kurikulum yang telah ditetapkan LPPTKA-BKPRMI.&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;      Sistem Privat adalah pendekatan pembelajaran secara person to person (individual), yang dilakukan dengan mendengarkan langsung bacaan IQRO’ dari santri satu persatu.&lt;br /&gt;      Sedangkan Sistem Klasikal adalah pendekatan pembelajaran secara bersamaan, seperti halnya metode yang dilakukan oleh sekolah-sekolah formal, biasanya diisi dengan pemberian materi hafalan:&lt;br /&gt;      - Doa dan Adab Harian,&lt;br /&gt;      - Bacaan Shalat,&lt;br /&gt;      - Surah-Surah Pendek, dan&lt;br /&gt;      - Ayat-Ayat Pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah dengan beberapa pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang kami gunakan seperti:&lt;br /&gt;-  Praktek / Ilmu Tajwid,&lt;br /&gt;-  Praktek Shalat,&lt;br /&gt;-  Tahsinul Kitabah,&lt;br /&gt;-  Kaligrafi (Khat Arab),&lt;br /&gt;-  Menggambar / Mewarnai,&lt;br /&gt;-  Bahasa Arab,&lt;br /&gt;-  Bahasa Inggris, dan&lt;br /&gt;-  BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi)&lt;br /&gt;Waktu belajar yang kami terapkan yaitu selama 3 hari (Senin, Rabu dan Sabtu) dalam satu pekan pada sore hari, dengan belajar efektif 80 menit setiap harinya mulai pukul 16.30 sampai dengan 17.45 dengan pembagian sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Pembukaan (5 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Klasikal Awal (15 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Privat Bacaan IQRO’ (45 menit)&lt;br /&gt;-  Klasikal Akhir (10 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Penutup (5 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan yang telah didapakan oleh santri dalam proses pembelajaran, maka dilaksanakan tugas harian, ulangan harian, ujian setiap semester, sebagai evaluasi nyata mendapatkan data yang akurat mengenai prestasi setiap santri, yang kemudian diberikan nilai pada raport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-4306260086551813848?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/4306260086551813848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=4306260086551813848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4306260086551813848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/4306260086551813848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/karakteristik-anak-usia-pra-sekolah.html' title='KURIKULUM PENDIDIKAN TKA-TPA BAITUSSALAM'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4049474679549266703.post-7134500422906849346</id><published>2008-11-04T23:22:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T22:18:21.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>MUQADDIMAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SRWeEvE-lXI/AAAAAAAAABc/QWV374ThgR8/s1600-h/TPACelan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SRWeEvE-lXI/AAAAAAAAABc/QWV374ThgR8/s200/TPACelan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266289143473673586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji hanya bagi Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan berbagai nikmatnya kepada kita semua terutama nikmat iman dan islam juga nikmat kesehatan dan nikmat-nikmat yang lain, yang tidak dapat kita hitung jumlahnya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada nabi kita nabi Muhammad SAW beserta para keluaga, sahabat dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah di jalan islam. Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam mensukseskan pembuatan blog Tka Tpa Baitussalam Celan. Kami harap blog ini akan melebarkan sayap dakwah sehingga tidak hanya mencangkup daerah kami sendiri yaitu Celan Trimurti Srandakan Bantul akan tetapi juga mampu menembus batas ruang dan waktu. Untuk selanjutnya dengan dibuatnya blog ini dapat digunakan sebagai media silaturahmi, tolabul’ilmi, dan saling tukar menukar informasi yang akan menambah erat hubungan antar umat islam. Tidak ada gading yang tak retak dan begitu pula dengan blog ini, masih banyak kekurangan di sana-sini untuk itu kami tetap menanti saran dan kritik dari semua pembaca untuk menjadi lebih baik. Yang terakhir kami ucapkan selamat menjelajah kepada anda semua, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari godaan syetan. Amiin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4049474679549266703-7134500422906849346?l=tkatpa-baitussalam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/feeds/7134500422906849346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4049474679549266703&amp;postID=7134500422906849346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/7134500422906849346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4049474679549266703/posts/default/7134500422906849346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tkatpa-baitussalam.blogspot.com/2008/11/muqaddimah.html' title='MUQADDIMAH'/><author><name>TKA-TPA Baitussalam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03762374905598125366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AwmuKvKi-UI/SRWeEvE-lXI/AAAAAAAAABc/QWV374ThgR8/s72-c/TPACelan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
